6:46 AM

Kamu, wanita. Karena kamu ingin dianggap selayaknya, atau demikian kamu mengakuinya. Bukan karena kau lahir dengan rahim.
Sssst.... kau dengar, kata mereka? Jangan kau dekat dengan dia, dosa. 
Kamu, perempuan, karena kau layak disebut demikian, bukan karena selaput tipis yang tak kelihatan.
Sssst... kau dengar, kata mereka? dia sudah tak perawan, tak ada lagi masa depan. 
Kamu, layak di panggil ibu, bukan karena ikatan darah yang mengalir.
Tapi karena ikatan hati yang terukir.
Ssstt.... kau dengar kata mereka. Pantas lah suaminya kabur, tak bisa dia kasih anak lahir.

apa hak mereka membicarakan hidup sampai sedemikian. 
Seperti kriminal, padahal tak ada dari mereka yang dirugikan.
Seperti pendosa, padahal bukan mereka yang mencatat semua amal.
Sekedar kenal tapi mulut menjegal agar suci dikenal. 
Satu dua salah kau lihat, komenmu bejat agar kau terlihat sehat. 
Baiknya? hilang dalam pekat. 

Tuhan samakan setiap manusia. Tapi tetap kau tindas dengan firmanNya.

Kalian hilang akal karena ketakutan.
Logika buta karena kepentingan.

Cukuplah kau menjadi teman, jangan preman, apalagi Tuhan.
Tegur saja, atau ingatkan, jangan hajar dengan penghakiman

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments