Untuk Teman Tuli (event)

7:13 AM

Jangan sedih bila katamu tak mampu kami pahami,
Sabar, biarkan kami sebentar, belajar, bahwa setiap isyarat mu punya arti.
Kita tak beda, kita sama..
kami sendiri, punya banyak hal yang  tak ingin di dengarkan,
Berharap hidup dalam hening, sunyi.
Mungkin, kau juga merasakan setiap caci.
kami pun sama, sering mendengarkan ucapan benci.
Buktikan, bahwa kekurangan  tidak pernah menjadi hambatan.
Bungkam kata, dari yang Tuhan lebihkan.
Kita manusia kuat, walau suara hilang dari lidah.
Tapi semangat hidup jangan pernah punah.
Kita manusia kuat, walau suara hilang dari telinga.
Prestasi, dan bahagia lebih indah daripada bunga.
Minggu 17 Februari lalu, manusia abu-abu datang ke event Teman Tuli yang diadakan di Mega Park Medan. Kalau yang belum tahu Mega Park, Mega Park berada di Komplek Ruko (Rumah Toko) Mega Comm, di Jalan Kapten Muslim, Medan. Hari itu, saya tidak sendiri, karena datang bersama bocahudik.com juga pangeranmuda.com.
Event ini merupakan kerjasama antara teman dengar dari beberapa mahasiswa Politeknik Medan, UNIMED, Polimedia, dan UINSU dengan teman-teman tuli dan GERKATIN Sumut.
Ini merupakan event pentas seni dari Teman Tuli dan Teman Dengar. Banyak aksi memukau dari teman tuli yang di tampilkan, antara lain pantomim, fashion show, tari, fashion design, juga drawing on the spot. Keren kan?! ya keren lah, mereka bisa membuktikan bahwa di balik apa yang kita katakan kekurangan ternyata mereka sama saperti kita, punya bakat-bakat dan kemampuan yang engga kalah kece. Bahkan ni, katanya baju-baju design salah satu teman tuli juga udah melangkah di panggung catwalk pada event fashion show di JW Mariot, wow!. Sedangkan dari teman dengar  menampilkan musik akustik dan pembacaan puisi.
By the way, karena ini merupakan pagelaran seni dari teman-teman tuli maka sepanjang acara MC ditemani oleh seorang ahli BISI (bahasa Isyarat) sebagai penerjemah juga penyampai bahasa antara teman dengar dan teman tuli.
Puisi diatas merupakan puisi karya saya sendiri yang dibacakan oleh teman saya Izha, dan diterjemahkan oleh kak Elisabeth sebagai ahli BISI. Thanks banget buat Izha udah ngasih kesempatan Manusia Abu-abu untuk ikut ambil bagian kecil, saya sendiri sampai terharu lho dengernya, engga nyangka ada yang mau baca puisi saya di atas panggung, biasa saya cuma baca puisi orang, sekalinya baca puisi sendiri, gemeteran. pengen nangis, tapi karena hujan nanti engga ketauan.
Nah, di akhir acara saya dan pangeranmuda.com ikutan belajar BISI alfabet di ajarkan langsung oleh teman tuli, sebagai bukti bahwa cara komunikasi yang berbeda bukan halangan untuk bisa saling mengerti.
Akhirul kalam, saya ingin menyampaikan tetap semangat untuk teman-teman tuli, terus berprestasi, dan terima kasih untuk teman dengar yang terus semangat membantu sepanjang acara, yang hadir walau cuaca malam itu hujan turun dengan awetnya.
Sampai jumpa lagi di cerita abu-abu lainnya.


Salah satu hasil design teman tuli

  • Share:

You Might Also Like

17 Comments

  1. Yes.. di setiap kekurangan, Allah selalu kasih kelebihan.
    Btw, awak lebih nyaman menyebut tuna rungu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dulu mikirnya gitu kak. Tapi kata penyelenggara merasa lebih halus itu kata tuli.

      Delete
  2. Maka nikmat tuhan mana lagi yang mau kau dustakan...

    ReplyDelete
  3. Sayang tak bisa berhadir, datang ke sana pasti menemukan banyak hal yang bisa jadi cermin buat lbh bersyukur dan empati.

    ReplyDelete
  4. Jadi puisi abg itu yg di bacakan dengan gerakan isyarat wah keren, sayang hujan aq tak bisa dtg.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia kak. Biasa awak baca puisi orang. Baca puisi sendiri badan kayak panggilqn silent.

      Delete
  5. Layak nya harus lebih bersyukur jadi nya... Puisi nya bagus banget kak

    ReplyDelete
  6. Mereka saja bisa berkarya.. Kita?
    Harus juga menebar karya.

    ReplyDelete
  7. wahhh.. kalo saya dateng ke situ, pasti pulangnya mata sembab... karena sepanjang acara akan terharu hiks....

    ReplyDelete
  8. Positif nih acaranya kak. Kita memang harus lebih memperhatikan teman-teman seperti mereka juga, support mereka agar mereka bisa lebih berkarya lg

    ReplyDelete
  9. Hebat banget keterbatasan tidak membuat mereka berhenti berkarya, salut dengan semangatnya 👍👍👍

    ReplyDelete
  10. Di bawah basah langit abu-abu, kau dimana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkw.. alhamdulillah ada yg sadar. Emang dia salah satu inspirasi puisi ini. #temantulus

      Delete
  11. Aku akan selalu ingat hari ini. dari sini aku belajar ternyata banyak orang yang tidak seberuntung aku namun merka bisa menjalani hidup dan menggapai impian mereka yang luar biasa

    ReplyDelete