Write for Right 2018 Amnesty International

8:53 PM


Pada 10 Desember yang lalu diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia di seluruh dunia. Perayaan ini lahir sejak munculnya Deklarasi Hak asasi manusia yang mencatat sekitar 28 Hak Hidup manusia, dan 2 poin tambahan. Hari HAM merupakan peringatan besar khususnya bagi kelompok dan organisasi yang bergerak di bidang HAM. Salah satunya adalah Amnesty Internasional, sebuah NGO (Non Government Organitiation) yang menggerakkan petisi untuk mendukung pembebasan dan perjuangan para pejuang HAM di seluruh dunia. Salah satu project tahunan saat ini adalah W4R18 (write for right 2018). Projek ini dibuat untuk menulis surat dukungan dan petisi untuk pembebeasan para pejuang HAM yang dilakukan di seluruh negara yang memiliki kerjasama dengan Amnesty International, termaksud Indonesia.
Beberapa tokoh dan kelompok yang menjadi fokus pada tahun ini antara lain :
Pavitri Manjhi (India) : Pejuang yang fokus pada perlindungan Hak atas tanah adat, dan Suku dan penduduk lokal, juga mata pencaharian penduduk lokal.
Suku Asli Sengwer (Kenya)  : berfokus pada, Masyarakat asli, pengusaran paksa, ha katas tanah, hak atas budaya, kebebasan, informasi dan perizinan.
Vitalina Koval (UKraina) : aktifis yang berfokus pada, diskiminasi, hak-hak LGBTI, kebebasan berekspresi, dan kebebasan berkumpul.
Geraldine Chacon (Venuzuela) : aktivis hak-hak perempuan, dan ketidak adilan, dan kebebasan berpendapat.
Me Nam (Vietnam) : aktivis hak-hak perempuan, kebebasan berpendapat, hak-hak pekerjaan, kebebasan berekspresi, dan berserikat.
Dari kelima kasus di atas, yang menjadi perhatian saya adalah Vitalina Koval. Siapa dia? Dan kenapa dia diserang?
Vitalina Koval adalah seorang aktifis wanita dan LGBT di UKraina, pada 8 maret 2017 vitalina menjadi salah seorang partisipan pada demonstrasi Hari Perempuan INternasional di Uzhgorod. Dan pada saat itu sekelompok orang menyerang para demonstran. Vitalina kemudian melaporkan kejadian tersebut dan menulis complain masalah tersebutdan tidak mendapat jawaban.
Saat memperingati Hari perempuan Internasional di tahun 2018, vitalina mengoganisir sekelompok demonstran dan membuat aksi damai. Pada saat demonstrasi yang dan aksi damai tersebut, sekelompok orang dari “Karpatska Sich” yang mengadvokasi kebencian dan diskrimnasi menyerang beberapa demonstan dengan cairan kimia.
Vitalina dan beberapa demonstan yang kemudian dibawa kerumah sakit. Tapi tak lama, dengan luka yang masih dibalut, vitalina pergi ke kantor polisi sebagai saksi sekaligus pelapor. Dia melihat penyerangnya, tapi penyerang tersebut disana, tapi kemudian penyerangnya tersebuut di bebeaskan beberapa jam kemudian.  Ketika di laporkan polisi tidak mengoolongkan penyerangan tersebut sebagai bentuk kriminal kebencian. Sehingga bisa saja vitalina, dan banyak aktifis perempuan dan LGBT di Ukraina mendapat peyerangan serupa.
Vitalina hanya salah satu dari sekian banyak aktivis HAM di dunia yang terancam jiwa dan kebebasan mereka karena menyuarakan pendapat dan melindungi Hak-hak kelompoknya.
Kampanye Amnesty International ini adalah untuk mendukung para pejuang HAM di seluruh dunia adar mereka mendapat pembebasan, perlindungan. Jadi buat yang ingin ikut mendukung perjuangan mereka. Write For Right dilakukan. Buat kalian yang ingin ikut bisa buka link. Bit.ly/W4R18 . Mari menulis surat untuk mendukung mereka.
Salam Manusia Abu-abu Pastel

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments