Orientasi bukan Perilaku

10:07 PM

Dipost sebelumnya saya sudah menulis tentang beberapa orientasi yang jarang teman-teman dengar. Jadi saya akan sedikit mengulang, bahwa masalah orientasi adalah ketertarikan seseorang baik itu secara emosional, romantis, dan / secara seksual. Bagi saya masalah ketertarikan ini simple, Sesimple kayak aku suka kamu, kamu bisa suka atau engga suka. Jadi engga perlu takut jika punya teman dengan orientasi berbeda, karena orientasi itu bukan seperti trend yang menular. Dan orientasi itu bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, jadi jika di paksakan kamu bisa saja menuntut atas dasar pelecehan. bahkan orang-orang dengan orientasi yang sama juga tidak belum tentu memiliki ketertarikan yang sama. mereka juga pilih-pilih kali. 😄
Tapi kan Lesbian, Gay, dan Biseksual dosa? 
Lalu saya coba bertanya? Yang salah menyukai, atau perilakunya? 
Perilaku seksual sendiri berbeda dengan orientasi. Jika kita berbicara perilaku, maka kita akan bicara tentang (maaf jika rada sensitif) hubungan badan, penetrasi, dan lain-lain. Perilaku seksual bisa dilakukan oleh semua orang. Bedanya, mungkin di negara Indonesia perilaku seksual teman-teman homoseksual tidak sesuatu yang di benarkan, karena dapat dimasukkan kedalam perzinahan. Jika bicara perzinahan maka semua orientasi bisa saja berpeluang melakukan kan?  
Tapi kan perilaku homoseksal engga sehat? 
Emang perilaku seksual homoseksual seperti apa sih? 
Perilaku seks homoseksual bisa saya katakan adalah perilaku yang tidak produktif, dan tidak pada tempat yang seharusnya. Seperti Anal, oral, rimming, fingering, bahkan masturbasi pun bisa dikatakan perilaku tidak produktif. 
Bukankah perilaku-perilaku tersebut termaksud juga bisa dilakukan teman-teman heterosekaual? Ya, perilaku seksual tersebut bisa dilakukan siapa saja, termaksud teman-teman heteroseksual yang telah menikah. 
Jadi coba tanya kembali yang salah orientasi atau perilaku?

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments