belajar Biner dan Menghormati Non Biner

12:12 AM


Sadar engga sejak kecil kita sudah diajarkan tentang diri kita sesuai kelamin kita, bahkan sudah dilekatkan berbagai hak, tanggung jawab, dan peran sosial. Setiap orang dari kita sudah dituntut untuk menjadi sesuatu yang sesuai dengan masyarakat dimana kita lahir. Seperti laki-laki harus kuat, perempuan harus anggun, perempuan yang lebih lekat dengan urusan domestic, laki-laki yang harus mencari nafkah.
Begitulah gender bekerja, Gender sendiri adalah, bentuk konstruksi sosial dimana laki-laki dan perempuan memiliki hak, kewajiban dan tugas yang dilekatkan kepada seseorang, dan secara umum hal-hal ini diberikan kepada seseorang seuai dengan kelamin lahirnya. Walau demikian peran gender seseorang bisa berbeda di tiap daerah, dan budaya.
Gender menciptakan ciri  laki-laki dan perempuan sejak mereka bayi, mereka diberi label warna biru muda , dan pink. Tanggung jawab yang berbeda, tugas yang berbeda. Ketika dewasa pun demikian, laki-laki dan perempuan kemudian memiliki peran-peran yang berbeda, walau seiring waktu peran-peran mulai berubah, dan semakin dimaklumi.
Perbedaan peran-peran ini didasarkn pada sebuah sistem yang dinamakan Patriarki, sistem ini mencampurkan antara Kelamin, dan Gender, dimana dalam sistem Patriarki Laki-laki mendapat porsi atau keunggulan dalam sistem diatas perempuan. Maka jika terlahir jantan, dikonstruksi menjadi laki-laki oleh gender, dalam sistem akan lebih di untungkan.
Kemudian laki-laki dan perempuan di stereotipkan pada sifat-sifat tertentu, yang secara umum di masyarakat, laki-laki dengan sifat maskulin yang harus kuat, tegas, ambisius, dominan, dan lain-lain. Begitupun perempuan dengan stereotip feminim, yang harus lemah lembut, penyayang, keibuan, peka, dan lain-lain. Banyak yang meyakini bahwa sifat-sifat ini telah melekat sejak mereka lahir sesuai denga kelamin mereka. Tak hanya pada sifat, stereotype ini juga dilekatkan pada model berpakaian.
Tapi, ketika kita mulai dewasa kita mulai mengenal banyak orang, dan berteman dengan berbagai macam manusia. kita kemudian tahu, bahwa ada orang-orang yang tidak sesuai dengan stereotype yang umum diberikan. Ada perempuan yang punya sifat kuat, tidak cengeng, dan ada pula laki-laki, yang lembut, dan tidak dominan. Adanya konsep gender biner, saat ini menjadi praktek yang di anggap kejam karena orang-orang yang berada di luar dari konsep ini merupakan penyimpangan, dan tak jarang, teman-teman yang keluar dari konsep gender biner ini mendapat kekerasan secara fisik, dan psikis. Bahkan teman-teman yang berada dalam konsep gender biner ini, sendiri juga juga terjebak dalam konsep patriarki, dan menciptakan kaum misoginis, yang membenci atau merendahkan perempuan baik secara sadar, atau tidak. Hal ini sekarang,  menjadi konsern teman-teman yang bergerak dalam isu feminis.
perbedaan konsep gender dan kelamin pertama kali dikemukan oleh John William Money pada 1955. Pakar seksologi dan psikologi ini juga yang mengenalkan istilah orientasi seksual—terminologi yang digunakan untuk menjelaskan arah kencenderungan seksual seseorang. Contoh-contoh orientasi seksual adalah heteroseksual (tertarik pada lawan jenis), homoseksual (tertarik pada sesama jenis), aseksual (tidak tertarik pada jenis apa pun), serta biseksual (tertarik pada lawan dan sesama jenis).
Sementara, terminologi yang digunakan Money untuk menjelaskan orang yang memiliki orientasi seksual adalah identitas seksual, misalnya: lesbian (seorang perempuan yang melakukan seks dengan perempuan), gay (seorang pria yang melakukan seks dengan pria), transgender (orang yang mengidentifikasi jenis kelaminnya bukan seperti yang diidentifikasikan waktu lahir), dan cisgender (orang yang identifikasi jenis kelaminnya sesuai dengan identifikasi waktu lahir).
Dalam konsep Money, seseorang berjenis kelamin lelaki belum tentu bergender maskulin. Sebagaimana seorang transgender perempuan alias waria pasti hanya akan tertarik melakukan seks dengan pria. 
Konsep Money ini membantu menjelaskan sebagian orang yang terlahir diidentifikasi sebagai laki-laki kemudian bertransformasi jadi perempuan tapi tetap tertarik melakukan seks dengan perempuan pula. Contohnya, bintang Youtube Gigi Gorgeous. 
Bahkan dalam ilmu gender hari ini, yang sudah lebih berkembang, dikenal pula identitas seksual bernama panseksual—terminologi yang menggambarkan ketertarikan pada seluruh gender dan orientasi seksual. Artinya, seorang panseksual benar-benar tidak melihat ekspresi identitas seksual seseorang. Ia bisa tertarik pada cisgender, lesbian, gay, ataupun transeksual. Misalnya Miley Cyrus.
Teori Money pula yang menjelaskan mengapa pria berpakaian perempuan dan perempuan berpakaian pria di komik Jepang bisa saling jatuh cinta, dan sesekali diberi adegan ciuman atau senggama. Alasannya, karena pakaian tak ada kaitannya dengan kemudi selangkangan. ( tirto.id).
kemudian muncul konsep gender bender dimana orang-orang melebur dan tidak menerapkan batas antara peran-peran laki-laki atau perempuan, bahkan secara penampilan. Konsep gender bender sendiri saat ini memang lebih dikenal melalui budaya-budaya Jepang, dalam manga dan anime, juga musisi. Walaupun telah ada sejak lama.
Gaya gender bender ini banyak dianut oleh teman-teman non-biner yang mengklaim diri mereka bebas gender. Bahkan mereka tidak mengidentifikasi diri mereka sebagai laki-laki atau perempuan, bahkan dalam penyebutan. Ada yang menyebut diri mereka agender, queer, bahkan gender non-confirming.
Dan konsep gender bender sendiri dianggap berbeda dengan transgender yang menganggap diri mereka berada dalam tubuh yang salah.
Jadi, mau kamu biner, atau non-biner, coba kenali tanpa harus menghakimi. Kita semua diciptakan beragam, dengan budaya yang beraneka macam. Tidak ada yang salah dengan biner, atau non-biner. Selama kita masih bineka tunggal ika, kita masih bisa menghargai keberagaman kan. Bukan Cuma suku budaya, tapi juga keberagaman identitas. Karena manusia punya hak yang sama untuk dihargai.
Salam abu-abu pastel.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments