Aksi 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan #16HAKTP (Medan)

6:42 AM


RUU penghapusan kekerasan seksual
16 Hari Anti kekerasan seksual adalah rangkaian hari dalam kampanye 16 hari anti kekerasan seksual yang dilaksanakan setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri tahun ini merupakan kampanye untuk mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU (rancangan undang-undang) penghapusan kekerasan seksual. Jadi apa itu RUU Penghapusan kekerasan seksual?
Dari Gerakan Masyarakat Untuk Pengesahan RUU Penghapusan kekerasan Seksual. RUU ini diberi judul Penghapusan kekerasan Seksual?. Istilah kekerasan seksual menggambarkan perbuatan itu adalah serangan terhadap tubuh dan martabat kemanusiaan. Karena serangan atau kekerasan seksual ini sering terjadi di tempat tertutup”, walaupun terkadang juga terjadi di ruang publik.
Tujuan RUU penghapusan Kekerasan Seksual adalah :
Mencegah segala bentuk kekerasan seksual.
Menangani, melindungi, dan memulihkan korban.
Menindak pelaku
Dan mewujudkan lingkungan bebas kekerasan seksual
“RUU penghapusan Kekerasan Seksual tidak mengatur cara berpakaian, karena yang diatur adalah larangan melakukan kekerasan seksual dalam bentuk apapun terhadap setiap orang tanpa melihat pilihan berpakaian korban”. Penjelasan ini menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan cara berpakaian terhadap korban kekerasan, karena pelaku yang telah melanggar aturan dan melakukan kekerasan. Demikian juga, himbawan bahwa tidak ada alasan untuk menyalahkan korban atas apa yang dia pakai, atau atas bentuk tubuh korban. Karena korban tetaplah korban.
“kekerasan seksual itu bukan Suka sama suka. Banyak pelaku yang bebas atas pernyataan “suka sama suka”. Istilah ini telah di salahgunakan untuk membuat pelaku bebas dari hukuman. Sedangkan korban menanggung stigma, dan trauma karena paksaan dan perkosaan yang dianggap tidak terjadi.
RUU Penghapusan kekerasan Seksual ini melindungi semua orang, tidak hanya perempuan, tapi juga laki-laki. Karena siapapun bisa menjadi korban, dan siapapun bisa jadi pelaku, bukan hanya perempuan terhadap laki-laki, sebaliknya pun bisa terjadi, bahkan terhadap sesama jenis. Pelaku juga bisa siapa saja, bahkan tak jarang, pelaku adalah orang-orang terdekat.
Berdasarkan Komnas Perempuan ada 9 Jenis Kekerasan Seksual yang diatur dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, yaitu :
Pelecehan seksual
Eksploitasi seksual
Pemaksaan kontrasepsi
Pemaksaan aborsi
Perkosaan
Pemaksaan perkawinan
Perbudakan seksual
Penyiksaan seksual
Selama masa 16 Hari anti kekerasan seksual ini telah dilakuan banyak aksi di berbagai media, termaksud media sosial, dan pada tanggal 8-9 Desember kemarin juga di lakukan aksi damai di beberapa kota, antara lain, Jakarta, Bandung, Jogja, dan Medan.
Saya sendiri ikut dalam aksi ini bersama beberapa teman-teman yang bergabung dalam beberapa komunitas, dan LBH yang memang concer terhadap isu-isu perempuan dan gender. Rangkaian kampanye ini telah dimulai sejak aksi solidaritas pada terhadap kasus Ibu nuril dan Agni yang terjadi di bulan November lalu. Kemudian dilanjutkan dengan kampanye dan silaturahim dengan media-media cetak, organisasi-organisasi perempuan, juga Kampus, serta workshop pembuatan media Propaganda. Puncak aksi ini di Medan dilakukan di Lapangan Merdeka pada tanggal 9 Desember, dengan mengadakan Long march, pembagian brosur, juga pentas seni. Dan di akhir sesi teman-teman juga saling sharing, bahwa peristiwa kekerasan dan pelecehan bisa terjadi dimana saja, bahkan oleh orang-orang terdekat, juga orang-orang yang selama ini dihormati.
Saya dan teman-teman berharap bahwa RUU ini segera di sahkan mungkin sekitar pertengahan tahun 2019 ini. kita tunggu saja teman-teman.
Salam, manusia abu-abu pastel.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments