Tidak Lebih Rendah dari Binatang

10:33 PM

salah satu komen yang paling saya benci terhadap orang lain yaitu, komentar yang ngatain manusia itu lebih rendah dari bintang. dan engga jarang komentar-komentar sejenis banyak di alamatkan kepada teman teman Gay dan Lesbian.

Komentar seperti, Binatang aja engga mau dengan sesama jenis, LGBT lebih rendah dari binatang. Sungguh, komentar tersebut yang mengganggu kepala saya. padalah jika mereka mau saja membaca, ada perilaku-perilaku binatang sendiri merupakan perilaku homoseksual.
di kutip dalam antara news "Alamiah bagi hewan tertentu untuk menjadi gay. dan para ahli engungkapkan periaku seksual sesama jenis (same-sex behaviour) mudah menyebar di kingdom binatang yang memiliki keuntungan genetis. (sumber )
coba kamu klik link di bawah ini


dari sana kita akan mengerti bahwa perilaku homoseksual juga di alami binatang. dan tentu saja tidak ada manusia yang lebih rendah dari binatang. manusia bisa membunuh sesama, binatangpun begitu, melakukan hubungan dengan keluarganya, binatangpun begitu.
manusia yang dianggap terlalu rakus biasa kita samakan dengan tikus, kata-kata yang berbisa biasa kita panggil dengan ular. kadang kala malah kita ingin menjadi binatang, secepat burung unta, sebebas elang, selucu kucing, bahkan jika bisa, saya ingin sesetia owa jawa. lalu kenapa ada perilaku yang harus kita rendahkan lebih dari binatang, banyak hal, yang binatang lakukan kita juga lakukan. seperti binatang, manusia juga punya insting, naluri biologis.
jika kita tidak mau dianggap binatang, maka berfikirlah, bicara dengan fakta, pakai akal, pakai nurani, belajar, agar tak disamakan dengan binatang. belajarlah mengendalikan naluri, akal dan fikiran.
dan jika cuma bisa berkoar-bersuara tanpa ada fakta, maka kamu cuma akan disebut tong kosong. ya, tong kosong, kamu merupakan benda buatan manusia. yang mungkin, seperti kamu bilang, yang lebih rendah dari binatang, tapi saya tidak akan mengatai seperti itu,seperti komentar kalian terhadap teman-teman dengan orientasi berbeda. saya cukup takut kualat saja, karena ibu saya pun berkomentar layaknya kawan-kawan sekalian.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments