Aku dan Sepeda

9:12 PM


Sepeda, sekarang menjadi transportasi dalam kota favorit saya, jika masih di dalam kota, saya usahakan untuk pergi dengan kendaraan roda dua ini, bahkan saya pernah berjalan dengan jarak sekitar 20 km dengan sepeda. Bahkan bisa lebih dengan tujuan tertentu pulang balik. Tidak menakcupkan, karena saya tau banyak orang yang mampu melakukan lebih dari saya. Dan saya senang menjadi salah satunya.
Sepeda menjadi teman saya sekarang, teman pembebasan. Banyak hal yang jika saya pikir kembali lebih bebas dilakukan dengan sepeda, daripada dengan kendaraan lain, atau dari pada berjalan kaki. Mulai dari alasan kesehatan, kemanusiaan, sampai keuangan.

1.       Sehat, pastinya, saya siapapun juga tau bahwa sepeda cukup membakar kalori. Khususnya dengan jarak tertentu dan dilakukan dengan rutin. Otot kaki, paha, betis, bergerak terus menerus, perut juga terbentuk, tanganpun juga ikut terlatih menahan keseimbangan, dan keseimbangan tubuhpun juga terlatih, nafas menjadi lebih panjang karena mendayung dengan waktu panjang juga membutuhkan pernapasan yang baik. Bayangkan sekarang banyak orang yang kurang memiliki aktifitas fisik, gejala obesitas, juga penyakit-penyakit yang biasa mengikutinya. So, bersepedalah. Itu bisa jadi solusikan?

2.       Coba perhatikan, perbandingan jumlah kendaraan bermotor dengan pohon yang bisa kamu temui dijalan raya? Bandingkan jumlah penduduk kota ini. berapa banyak emisi, dan karbon yang dihasilkan di kota ini dari tiap kendaraan yang dihasilkan. Kemudian kita hirup. Memang kita tahu pohon dan tumbuhan akan mengubah karbon menjadi oksigen dari fotosintesis, tapi apa cukup? Saya hanya mengurangi satu dari dampak tersebut, jika kemudian akan banyak orang yang mengikuti. Bayangkan berapa banyak udara kotor yang berkurang dari tiap kendaraan. sekali-kali jika kamu tinggal di kota besar, cobalah ikut Car free day, dan bayangkan bedanya dengan udara yang kau hirup di hari yang sama.

3.       Bijak subsidi, saya sadar, bahwa selama ini BBM yang saya isi ke kendaraan bermmotor di rumah saya itu disubsidi oleh pemerintah. Dan saya pakai kemudian untuk aktifitas kerja, atau kegiatan tertentu yang memudahan seperti angkat barang atau menjemput keluarga, bisa juga berkendara dengan lebih dari satu orang. Pokoknya sesuatu yang sulit saya lakukan dengan sepeda. Banyak yang tidak sadar bahwa BBM sebenarnya harganya cukup tinggi jika tidak di subsidi, tapi pada sadar saat subsidi dikurangi, atau dicabut, lalu pada protes, pada ngeluh. Coba-coba ingat, selama ini kalian mengisi bbm untuk apa, berkendaraan kemana? Fosil yang dihasilkan jutaan ribu tahun itu kalian pakai buat apa?. Apasudah tepat guna kah subsidi Beberapa waktu lalu sebuah negara di amerika latin mengalami deficit parah sampai, sampai uang kertas mereka hampir tidak ada harganya. Dan semua itu akibat subsidi pemerintah. Pemerintah negara tersebut kini mengalami banyak hutang akibat subsidi untuk rakyatnya. Rasanya tidak masalah jika subsidi diberikan, asal tepat guna, dan rakyatnyapun bijak menggunakan.

4.       Minim cost, berapa biaya yang kamu keluarkan untuk kendaraan kamu setiap tahun?, BBM, Service, Pajak, dorsmeer? Belum lagi mengurus surat izin berkendara, dan beban makin besar jika kendaraan kamu kredit. Engga murah memang. Dan jika ditambah biaya tidak terduga? Kecelakaan, atau kamu ditilang?. Coba hitung?. Oke, abndingkan dengan sepeda. Mari kita coret banyak hal, coret bensin, pajak, sim, tilang, servis dan dorsmeer bisa kamu lakukan sendiri. berapa banyak yang bisa kamu hemat. Tidak masalah memiliki kendaraan bermotor, tapi jika digunakan lebih bijak dengan kebutuhan, kendaraan bisa mendatangkan keuntungan juga kan. Bukan hanya cost.
5.       Hidup lebih baik, suatu kali saya dan teman-teman naik Mobil Online menuju salah satu mall, kita banyak cerita dengan sang driver, soal polisi, dan tilang, tempat menarik, dan juga kemacetan. Sang supir sempat bercerita bahwa salah satu cara meengurangi kemacetan dan hidup di jalan lebih baik adalah seperti orang Jepang, bersepeda, atau dengan transportasi umum. “Kan susah pak” kata salah seorang teman saya. “bukan susah, tidak biasa”. Jika kita mengambil contoh dari beberapa negara maju, ada kecendrungan masyarakatnya lebih menyukai sepeda, atau sepatu roda, dan sebagainya. Mungkin juga karena terpaksa, karena biaya parkir kendaraan pribadi yang sangat mahal. Tapi cukup efektif menciptakan kondisi jalanan yang lebih ramah. Bahkan untuk pejalan kaki, dan sadar atau tidak kendaraan bermotor yang sangat banyak juga merenggut hak-hak orang lain.
Dari sepeda, saya menyadari banyak hal, saya mendapat banyak hal, dan saya terbebas dari banyak hal. Banyak hal yang ingin saya lakukan dengan sepeda, salah satunya, ingin mencoba batas diri saya sejauh mana saya mampu mengayuh. Jika mampu, melintasi kota, melihat tempat-tempat baru, mencari teman baru. Mungkin berkeliling Indonesia. Cukup menari jika difikirkan. Mungkin suatu hari nanti. Siapa tau. Yakini saja nanti pasti bisa. 

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments