10 September

10:38 AM

Selamat datang 10 September, Hari ini di peringati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri International (World Suicide Prevention Day) yang telah di peringati sejak 2003. Bagi saya sendiri ini bertepatan dengan hari lahir saya. (Yang artinya saya semakin menua dan mendekati kematian :D ).
Dalam data Centre for deasease control and prvention di Amerika serikat, sedikitnya ada 10.000 orang bunuh diri setiap tahunnya di Amerika, dan menjadi penyebab kematian terbesar ketiga bagi remaja dan anak-anak muda berusia 10-24 tahun. Menurut penelitian ini ditenggarai oleh alasan-alasan yang sulit dipahami oleh orang lain, tapi bagi pelaku merupakan jalan terbaik bahwa mati menjadi jalan terbaik. Hal ini di tenggarai oleh beberapa faktor antara lain depresi, pelecehan, kekerasan, dan kondisi latar belakang sosial.

sebagai referensi data statistik dapat di lihat pada tautan statistik

Beberapa bulan lalu saya pernah membaca artikel bahwa salah satu kelompok yang rentan terhadap bunuh diri adalah kelompok LGBT. Disbanding dengan kelompok heteroseksual kelompok ini lebih rentan sampai tujuh kali lipat lebih tinggi. Dalam artikel tersebut juga di jelaskan kasus depresi dan penyalah gunaan obat-obatan juga lebih tinggi yang berujung pada bunuh diri.
“Stigma buruk dari masyarakat terhadap kelompok ini lalu kurangnya dukungan keluarga, bullying, pelecehan  dari lingkungan sekitar atau sulitnya menemukan jalan keluar terhadap masalahnya menjadi penyebab angka bunuh diri LGBT semakin meningkat.”. 
Secara pribadi saya sendiri banyak melihat tekanan-tekanan ini di alami, baik dari keluarga, masyarakat sampai kelompok agama yang menganggap mereka pendosa. Mungkin banyak yang membahas tekanan-tekanan dari luar ini. lalu bagai mana dari dalam diri mereka sendiri?.
Saya sendiri kadang merasa bagai mana mengatasi kelainan saya yang saya sendiri menganggap bahwa dalam diri saya ada sesuatu yang salah. Dalam kasus Disphoria saya, saya sering bertanya bagaimana mennutupi perasaan saya yang berbeda dengan tubuh saya, selain itu bagaimana saya menutupi keadaan saya dari orang-orang di sekitar saya. Adakalanya perasaan-perasaan ini sendiri mampu menimbulkan tingkat depresi tertentu, belum lagi tekanan dari luar seperti keluarga dan orang-orang sekitar yang melihat penampilan saya yang berbeda dan memaksa saya mengikuti kemauan mereka. Wajar rasanya kelompok ini memiliki tingkat Bunuh diri yang lebih tinggi.


referensi
(1)

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments